Hujan dan sebuah Rasa

Hujan bagi beberapa orang merupakan penghambat rutinitas, sehingga banyak orang di kala hujan datang dia lebih suka berdiam diri dirumah (tidak mau keluar). Dan ada beberapa orang yang menikmati kedamaian hujan di dalam kamarnya atau berkumpul dengan keluarga ataupun sahabat dekatnya sambil ditemani secangkir minuman hangat.

Suasana seperti ini juga sering saya alami, namun di beberapa pekan terakhir ini saya melewati dan menikmati hujan dengan cara berbeda,yaitu bersepeda. Entah itu siang ataupun malam (saat weekend).

Sensasi kedamaian yang saya rasakan ternyata lebih hebat dari ketika saya hanya menikmati hujan dari dalam rumah. Bulir-bulir hujan, kental terasa menyirami seluruh anggota tubuh ini, sehingga membuat perasaan damai bercampur aduk dengan sebuah perasaan bebas dan tenang. Pokonya TOP dech. !!!

Thanks To Allah yang telah membagi kedamaian hujan.

 

 

Advertisements

Sebuah Konsistensi (dalam blog)

Terkadang saya masih saja memikirkan dan terus memikirkan kenapa blog saya yang lama di banned oleh google. Pikiran itu sungguh sangat membunuh karakter ngeblog yang sudah terbangun sejak tahun 2007. Starup baru yang sulit dalam mengisi sebuah ruang portal dengan brand dan domain yang baru serta di dukung oleh pengunjung yang semakin hari semakin sepi ibaratnya hampir sama dengan mengisi perabotan di rumah baru. Penuh dengan usaha.

Sebuah Konsistensi ternyata memang sangat diperlukan. Konsistensi pada diri sendiri dan konsistensi pada realitas.  Walaupun didepan mata ada hambatan, itu hanyalah sebuah algoritma yang butuh untuk diurai.

Konsistensi saya pada blog ini, akan tetap menulis..menulis dan menulis (yang bermanfaat), dengan target 2 postingan baru dalam 1 bulan.

Amin…